Minggu, 30 Desember 2007

Happy New Year 2008


Segenap pengurus Ruang Baca Jojoba Kelana
Mengucapkan:
Selamat Tahun Baru 2008
Semoga Hari Esok Lebih Baik
For Better Tomorrow!!

Sabtu, 15 Desember 2007

SEJENAK

Ups, dadaku sesak
jantungku berhenti sejenak

Ada yang terasa panas
seakan - akan mulai menghangus

Tak bisa meluap
Ku tahan agar tak tersingkap

Sedikit marah padamu
ternyata yang kurasa, itu cemburu.


15 December 2007

Rabu, 28 November 2007

10 Cara Membangun Kepercayaan Diri

1. Jaga Ketenangan untuk mendapat sambutan yang hebat
"Untuk mendapat sambutan yang hebat, periksa dulu rasa percaya diri Anda di depan pintu. Kalau rasa nyaman sudah muncul, Anda akan merasakan ketenangan. Keraguan dapat merusak pertunjukan yang paling elegan sekalipun. Jika Anda tidak kenal seorangpun hampirilah seseorang yang berada di belakang ruangan. Anda punya kesempatan menemukan wajah yang bersahabat" Nancy Friday, author of Our Looks, Our Lives

2. Kuasai Ruangan
"Anda harus belajar mengatasi fobia bergual. Siapkan mental sebelum masuk ruangan. Lalu, berjalanlah dengan anggun/tenang. Jika Anda tidak mengenal seorang pun di pesta, bergabunglah dengan satu kelompok, tersenyum dan perkenalkan diri Anda, katakan: 'Saya tidak kenal seorang pun di pesta ini. Boleh saya bergabung dengan Anda semua?' Cara ini biasanya mendapatkan sambutan yang simpatik dan hangat, dan orang akan segera mengajak ngobrol." Miss Mingle (alias Jeanne Martinet), pengarang The Art of Mingling.

3. Jangan malu mengingat-ingat nama
"Jika Anda lupa nama seseorang ingatlah, hal ini juga pernah terjadi pada siapa pun yang percaya diri atau pun tidak. Makanya, tidak perlu terlalu malu. Pertama, akui Anda lupa namanya. Kedua, tepuk telapak tangan Anda ke kepala dengan mimik menyesal, dan katakan, 'Saya bahkan tidak bisa mengingat nama ibu sendiri!' Dengan cara ini, lawan bicara dengan suka hati menyebutkan kembali namanya. Lalu katakan saja, 'Saya janji deh tidak pernah lupa lagi,' dan lanjutkan percakapan." Ahli etiket Letitia Baldrige, pengarang Letitia Baldrige's Complete Guide to the New Manners for the 90's.

4. Ceritakan pengalaman hebat
"Hindari bercerita dengan gaya lelucon. Orang sering berpikir, ketika bercerita, mereka harus mencapai kilimaks. Tapi kalau klimaks itu tidak menyenangkan, sama juga bo'ong. Anda harus punya minat personal yang dalam. Cerita tidak perlu terjadi pada Anda, si pencerita, selama Anda mampu mengalirkan cerita dengan balik. Ingat-ingat detil mana yang penting. Bahasa tubuh oke-oke saja selama itu alamiah. Tapi, cerita yang bagus dan menyakinkan butuh sedikit 'bunga-bunga'." Malachy McCourt, author of A Monk Swimming

5. Tetap tenang dan tersenyumlah
"Jika Anda gugup lakukan aktivitas aerobik cepat dan singkat, seperti jumping jaks. Kemudian, fokuskan perhatian. Temukan tempat yang tenang untuk menyendiri dan tarik nafas sebelum masuk ruangan. Setelah itu, bernafaslah dengan pelan. Sekali Anda masuk ke ruangan, ambil tempat di depan orang. Di jamin Anda tidak bakal kehilangan perhatian mereka. Tersenyumlah. Siapa pun akan memperhatikan dan mendengarkan orang yang tersenyum pada mereka." Valerie Adami, direktur program di Weist-Barron School of Television Acting, New York.

6. Minta Kenaikan Gaji
"Hampiri bos Anda pagi-pagi dan bilang secara informal, 'Saya minta waktu sebentar saja hari ini.' Biarkan dia yang menentukan kapan bisa bertemu Anda. Ketika berhadapan face-to-face, katakan, 'Saya benar-benar menikmati pekerjaan ini dan bekerja untuk Anda.' Dan, buatlah daftar kontribusi selama ini. Kemudian spekulasi aja:'Bisakah Anda pertimbankan kenaikan gaji untuk saya?' Jangan sebut jumlah yang spesifik kecuali ditanya. Akhiri percakapan dengan, 'Tolong, jangan terlalu dipikirikan saat ini.' Dengan cara ini, bos Anda tidak merasa disinggung kekuasaannya dan barangkali dia berbaik hati menawarkan kenaikan itu dalam beberapa hari." Lauran Wiesenthal, mitra di New York Legal Search Consulting Firm Corrao, Miller, Rush,& Wiesenthal.

7. Jadilah penawar yang baik
"Kunci mendapatkan penawaran yang adil adalah pertama, kerjakan PR Anda. Ambilah satu edisi Consumer Reports, bicara pada teman-teman, cari informasi tentang barang apa yang betul-betul Anda inginkan. Selalu minta lebih atau tawar kurang dari limit. Jika Anda ragu, pikirkan lagi semalaman." Michael Donaldson, pengarang Negotiating for Dummies.

8. Ganti ketakutan dengan strategi
"Letakutan itu sama dengan luka. Ketakutan menunjuk apa yang mengganggu Anda. Ketika berlatih untuk sebuah pertandingan, saya terluka. Sejak itu, saya jadi takut melompat. Saya harus belajar menggantikan ketakutan dengan strategi. Cara terbaik: bayangkan sebuah situasi di kepala Anda, lalu bergeraklah ke tempat yang paling menakutkan. Berikutnya, beralih ke sesuatu yang menenangkan (misal, ke pantai waktu senja). Lalu, bayangkan diri Anda berjalan dengan gerakan tanpa cacat sementara tubuh dan pikiran santai. Yang terpenting kondisikan pikiran untuk menggantikan ketakutan dengan sukses." Picabo Street, Olympic Skiing Champion.

9. Jangan terintimidasi
"Hentikan semua pikiran buruk di kepala. Kemudian visualisasikan diri Anda sedang mendorong orang lain sampai 30 meter jauhnya. Bayangkan dia sebagai titik putih dan hitam yang sangat kecil. Cara ini segera membalikkan semua perasaan inferior. Sekali melepaskan beban mental itu, Anda ingin menjadi orang pertama yang mengatakan sesuatu sehingga kontrol percakapan ada di tangan Anda. Jangan katakan apa pun yang kompetitif atau defensif; alih-alih, tanyakan saja sesuatu yang pribadi seperti,'Bagaimana keluarga Anda?'" Anankha K. Chandler, certified hypnotherapist and author of Therapist in a Box: Emotional Healing.

10. Lontarkan lelucon yang natural
"Jangan pernah mengumumkan ANda bakal melucu. Sebab, ekspektasi orang-orang bakal tinggi. Dan ada kemungkinan Anda gagal. Lelucon yang natural berasal dari percakapan, sehingga orang-orang terhanyut sebelum tahu apa yang sedang Anda ceritakan. Tidak perduli cerita Anda mengenai siapa atau kapan terjadinya, selalu awali dengan 'waktu sedang menuju ke sini.' Buat mereka percaya hal itu benar-benar terjadi. Orang-orang akan lebih terlibat ketika kejadiannya memang baru. Jika lelucon Anda bisa membuat rumah seolah-olah runtuh, jangan anggap keberuntungan yang sama pada lelucon berikutnya. Selalu tinggalkan mereka dengan rasa penasaran."

Senin, 26 November 2007

Belajar Dari Kebijakan Dan Arti Makna Kehidupan

* Cinta bisa hidup karena persahabatan, tapi persahabatan bisa mati karena cinta.
* Anda adalah apa yang Anda pikirkan.
* Sangat logis kalau kita harus mengisinya dengan kegembiraan, persahabatan, optimisme dan bukan kerusakan, permusuhan dan pesimisme.
* Bahagia adalah parfum yang tidak bisa Anda tuangkan pad orang lain,
* tanpa Anda sendiri mendapat beberapa tetes daripadanya..
* Anda wajib senang dengan keberhasilan orang lain
* Barangkali saja Anda akan mendapatkan rahasia keberhasilan itu
* Ada dua hal utama yang ingin dicapai dalam hidup,
* pertama, mendapatkan apa yang kita inginkan dan
* kedua menikmatinya.
* Sesorang yang sangat bijak pernah menulis, bahwa semakin banyak yang kita pelajari,
* semakin kita sadar betapa sedikit yang kita ketahui..
* Kemenangan bukanlah ditentukan oleh banyaknya tepukan tangan dan karangan bunga.
* Tapi kemenangan sangat ditentukan oleh SIKAP TETAP MENANG walaupun dalam kekalahan.
* Belajarlah mempraktekkan apa yang sudah kamu pelajari agar kamu tidak menjadi orang yang teoritis.
* Mulailah mempraktekkan disiplin pribadi, mulailah menghargai orang lain, mulailah berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan.
* Kebesaran suatu persahabatan bukan terletak pada sambutan tangan terbuka atau senyuman kesukacitaan persahabatan,
* melainkan inspirasi jiwa yang dirasakan seseorang saat dia menemukan orang yang percaya dan mau mempercayainya.
* Keberanian yang sebenarnya adalah bagaikan layang-layang,
* hentakan anging yang menentang tidak melemparkannya ke bawah, bahkan sebaliknya akan menaikkannya semakin tinggi
* Belajarlah mengerti prinsip-prinsip kehidupan universal dengan cara membuktikannya.
* Buktikanlah sendiri bahwa mengampuni itu lebih baik daripada membenci, pikiran yang positif membuat hidup lebih bergairah daripada pikiran yang negatif, dsb.
* Belajarlah hidup bersama orang lain.
* Belajarlah menghargai keyakinan orang lain,.
* Belajarlah menyelesaikan konflik tanpa ada pihak yang merasa dikalahkan,
* 1. Cinta wanita yang sejati memberi sayap pada laki-laki, tetapi cinta yang palsu memberi belenggu
* 2. Cinta kasih adalah penuh pengorbanan, penuh pengampunan, penuh penghargaan dan penuh pengabdian pada sesamanya
* 3. Kita semua dilahirkan untuk cinta, itulah permulaan dan akhir kehidupan


Rabu, 31 Oktober 2007

Arda Nariswari

betapa indahnya dunia ini
bentuk, warna, rasa, tekstur
dan suara gesek bambu di desau angin
kicau burung mendendang merdu
semesta cerah
makhluk sumringah
fajah merah
senja merah
semerbak harum bunga mencipta suasana

semua kesempurnaan dunia
tertumpah pada makhluk yang paling mulia
ia cinta pada Tuhan-Nya
ia cinta pada Nabi-Nya
ia mengasah jiwanya seindah mutiara

tak sanggup ia berbantah dengan orang tua
selalu berbakti kepadanya
menjaga benar keindahan dan kehormatannya

baginya belajar adalah dunianya
santun dan penyayang kepada setiap makhluk-Nya
gembira ia melantunkan ayat-ayat-Nya
dan senantiasa senang mempelajarinya

ia tahu cara bersahabat dan penuh pengertian
ia selalu tampil gilang-gemilang
bak matahari bersinaran
menjadi lebih baik pada setiap langkahnya
menjadi lebih cantik dalam hatinya

ia bagaikan surga
ia adalah wanita utama
ia teladan bagi siapa saja

sanggupkah engkau meninggalkan semua
kenikmatan lain yang merusakkan
andaikan ia ada di pelukan?

Jumat, 26 Oktober 2007

PERTEMUAN

Hari –hari senduku

Minggu – minggu hampaku

Bulan – bulan senyapku

Tahun – tahun hambarku

Windu – windu sendiriku

Terasa semakin menjauh

Menjadikanku tersenyum

Dalam tiap kelanaku

Ketika malam itu

Ku temukan dirimu,

Ku temukan dirimu!

8 Oktober 2007

Rabu, 17 Oktober 2007

Menulis Artikel di Koran

Menulis Artikel di Koran
oleh
Yon’s Revolta


Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
Selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian

(Pramudya Ananta Toer, Novelis)

Menulis artikel di koran itu gampang-gampang sulit. Seseorang yang mempunyai keinginan kuat untuk mempublikasikan tulisannya di koran biasanya melalui proses yang tidak pendek. Berbagai proses dilalui untuk kemudian berhasil menembus media tertentu. Jadilah ia seorang penulis lepas. Seorang penulis lepas, ketika menulis sebuah artikel di koran, ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh;

  1. Publisitas : Anda akan bisa mempublikasikan tulisan kepada publik, artinya karya ini menjadi sebuah kontribusi berharga dalam sepanjang sejarah bagi kehidupan penulis.
  2. Kredibilitas : Anda akan memperoleh kepercayaan (kredibilitas) dari segi otoritas pengetahuan, akan mendapatkan predikat sebagai seorang intelektual atau pakar. Lebih-lebih jika fokus untuk menulis bidang tertentu
  3. Penghasilan : Anda akan mendapatkan pendapatan finansial (honor) dari artikel yang dimuat pada sebuah koran tertentu.

Nah, untuk bisa menulis artikel di koran, ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu diperhatikan;

  1. Aktualitas : Artikel di koran biasanya memuat tulisan-tulisan yang membahas fenomena yang sedang hangat dibicarakan publik (aktual).
  2. Tema : Sebaiknya sesuai dengan latar belakang pendidikan. Ini akan memperoleh otoritas keilmiahan tertentu. Seorang sarjana kesehatan masyarakar, tentu punya otoritas yang lebih untuk menulis soal kesehatan daripada sarjana politik.
  3. Minat : Jika anda tidak suka menulis sesuai latarbelakang pendidikan, menulis saja hal-hal yang menjadi fokus perhatian dan konsistenlah dengan minat yang menjadi perhatian tersebut.
  4. Kliping : Ini penting sebagai sarana pendukung aktualitas, semisal hasil survei, data hasil penelitian dll. Jika teks book memiliki keunggulan sebagai basis teori dan pemikiran tokoh, maka kliping sebagai data pendukung aktualitas.
  5. Strategi : Artikel ditulis mengikuti perkembangan wacana yang ada. Jika momentum hari ibu, tepat kiranya ketika menulis soal perempuan. Atau mulailah dari media kecil ke media besar dst.

Teknik Penulisan

1. Tentukan gagasan pokok : Terkait dengan gagasan dasar dan sikap politik terhadap sebuah masalah

2. Membuat Sub judul : Untuk memudahkan pembaca memahami tulisan anda.

3. Merumuskan model tulisan : Misalnya P-D-K (Pendapat-Dukungan-Kesimpulan) atau model P-S-P (Pendapat-Sanggahan-Pendirian).

4. Mulai menuliskan dengan freewriting, menulislah jangan pernah berhenti.

5. Editing : Memperbaiki tatabahasa, pemilihan kata, kesesuaian kaitan antar kalimat dsb.

Teknik Pengiriman

1. Dikirim melalui email lebih baik (murah, cepat).

2. Dibagian awal dibuat pengantar tulisan kepada redaktur.

3. Menyertakan nama terang, alamat jelas, telepon yang bisa dihubungi dan tak lupa nomor rekening.

4. Tunggu sampai dua minggu.

5. Jika belum juga dimuat, silakan kirim ke media lain.

Demikian, semoga bermanfaat.

‘’

“Kekuatan Ilmu Terletak pada Bagaimana kita berbagi”

Jumat, 12 Oktober 2007

KONTROVERSI LAGU INDONESIA RAYA

Pasar Loak Surabaya v Web Server Leiden

Kontroversi lagu kebangsaan Indonesia Raya antara 1 stanza dan 3 stanza terus menggelinding. Setidaknya, hal itu mencuat setelah pakar telematika Roy Suryo mengklaim bahwa dirinya telah menemukan teks lagu Indonesia Raya dalam 3 stanza atau kouplet dari sebuah "server di Leiden". Berbagai pihak lantas mengomentarinya, apakah tetap menggunakan 1 stanza atau 3 stanza, mengapa selama ini kita hanya menyanyikan 1 stanza saja, hingga adanya rencana menghadap presiden mengenai keberadaan 3 stanza itu.

Meski sudah ada pihak-pihak yang berkomentar, hingga kemarin (6 Agustus 2007) belum ada pihak yang bisa memberikan jawaban dengan pas, tepat, dan benar berdasar data-data sejarah otentik.

Kekurangpuasan terhadap komentar dan tanggapan itu terjadi ketika saya membandingkan dengan data yang saya temukan pada buku sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya terbitan P.D. Percetakan Grafika Karya, Surabaya, 1967.

Buku sejarah itu berjudul Sedjarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan W.R. Soepratman Pentjiptanja karya Oerip Kasansengari (almarhum), yang tidak lain adalah kakak ipar W.R. Soepratman, yang tinggal di Surabaya. Buku setebal 178 halaman itu masih menggunakan ejaan lama dan terdiri atas bab-bab penting. Yaitu, Lagu Indonesia Raja (bab II), Riwajat W.R. Soepratman (bab III), dan Karya-Karya W.R. Soepratman (bab IV).

Pada bab I, terdapat kata sambutan dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Djawa Timur Brigadir Djenderal TNI Mochamad Wijono; Panglima Daerah Militer VIII/Brawidjaja, Major Djenderal TNI Mochamad Jasin; Wali Kota Kepala Daerah Kotamadya Surabaja, Kolonel TNI, R. Soekotjo, dan kata pengantar Oerip Kasansengari selaku pengarang dan keluarga almarhum W.R. Soepratman.

Melihat pihak-pihak yang mendukung dalam penerbitan buku sejarah tersebut, tentu tidak diragukan lagi kebenaran yang termuat di dalamnya, termasuk teks lagu Indonesia Raja dalam 3 stanza atau kouplet.

"Leiden" v Gembong

Teks lagu Indonesia Raya temuan Roy melalui "server di Leiden" (2007) mirip dengan teks lagu Indonesia Raya yang terdapat pada buku sejarah temuan di pasar loak Gembong, Surabaya (2003). Kedua temuan itu sama-sama memiliki 3 stanza dengan ejaan lama yang belum disempurnakan. Namun, ada perbedaan fundamental pada refreinnya.

Jika refrein temuan Roy berbunyi "Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka", refrein yang termuat pada buku loakan itu tertulis "Indoneis, Indoneis, Merdeka, Merdeka". Nah, tentu kita harus berhati hati dan tidak gegabah untuk mengatakan bahwa temuan itu adalah teks asli Indonesia Raya.

Jika kita teliti lebih cermat di mana teks itu berada, kita bisa menilai teks mana yang dianggap lebih otentik. Pada teks temuan Roy, yang merupakan superimpose klip lagu kebangsaan Indonesia Raya berdurasi 4 menit, diperkirakan dibuat pada masa pendudukan Jepang (1942-1945). Itu terlihat pada visualisasi klip video yang menampilkan serdadu Jepang sedang berbaris.

Menurut Oerip Kasangsengari dalam bukunya bahwa lagu Indonesia Raya untuk kali pertama dinyanyikan lagi dengan menggunakan refrein aslinya setelah 9 Maret 1942, ketika Jepang menaklukkan tentara Belanda. Refrein asli itu berbunyi "Indoneis, Indoneis, Merdeka, Merdeka".

Selama 14 tahun (setelah Kongres Pemuda II pada 1928 hingga jatuhnya Belanda di tangan Jepang pada 1942) rakyat Indonesia dilarang pemerintah Hindia Belanda menyanyikan refrein aslinya. W.R. Soepratman mengerti bahwa kata Merdeka, Merdeka itu seperti halilintar menyambar di telinga Belanda dan guntur yang terus mengiang-ngiang di selaput telinganya. Maka, Soepratman mengganti refrein itu menjadi "Indonesia Raya, Mulia, Mulia" agar semangat persatuan dan gelora perjuangan tidak berhenti.

Panitia Lagu Kebangsaan

Sejak Kongres Pemuda II (1928) hingga masa pendudukan Jepang (1944), lagu Indonesia Raya semakin populer di seluruh pelosok tanah air. Karena itu, pada 8 September 1944 dibentuklah Panitia Lagu Kebangsaan yang diketuai Bung Karno. Anggotanya adalah Ki Hadjar Dewantara, Achiar, Soedibyo, Darmawidjaja, Koesbini, KH M. Mansjur, Mr Mohamad Yamin, Mr Sastromoeljono, Sanoesi Pane, Simandjuntak, Mr Achmad Soebardjo, dan Mr Oetojo untuk mengatur tata cara menyanyikan lagu tersebut.

Panitia Lagu Kebangsaan itu menetapkan 4 putusan. Salah satu di antaranya berbunyi: Apabila lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinjanjikan satu kouplet sadja, maka ulangannja dilagukan dua kali. Apabila dinjanjikan tiga kouplet, maka ulangannja dilagukan satu kali, tetapi pada kouplet jang ketiga ulangannja dilagukan dua kali.

Menurut saya, mungkin sejak itu para pendahulu kita lebih memilih menyanyikan satu stanza/kouplet saja yang tidak terlalu panjang. Akibatnya, stanza kedua dan ketiga terabaikan. Ketika akhir-akhir ini muncul kembali, kontroversi pun terjadi. Padahal, yang kita nyanyikan selama ini adalah lagu kebangsaan asli ciptaan W.R Soepratman. Kita juga menyanyikannya sesuai dengan putusan Panitia Lagu Kebangsaan (1944).

Selain itu, Panitia Lagu Kebangsaan mengubah lagu Indonesia Raya sehingga sejak 8 September 1944, lagu kebangsaan mempunyai teks baru. Refreinnya menjadi "Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka." (1944). Tidak lagi "Indoneis, Indoneis, Merdeka, Merdeka" (1928) maupun "Indonesia Raya, Mulia, Mulia" (1928 - 1942).

Selain pada refrein, perubahan terdapat pada teks stanza I, bait I, baris 4. Jika versi 1928 berbunyi "Mendjaga pandu ibuku", versi 1944 berbunyi "Djadi pandu ibuku". Juga, pada bait II, baris 2: (1928) "Kebangsaan tanah airku", (1944) "Bangsa dan tanah airku". Pada bait III, baris 3: (1928)"Bangsaku, djiwaku semuanja", (1944) "Bangsaku rakjatku sem’wanja" dan bait IV, baris 1 & 2: (1928) "Bangunlah rakjatnja, bangunlah bangsanja" diubah menjadi "Bangunlah djiwanja, bangunlah badannja".

Perubahan juga terjadi pada stanza II, bait I, baris 3: "Disanalah aku hidup" yang diubah menjadi "Disanalah aku berada" dan bait II, baris 2 & 3: "Pusaka kita semuanja, Marilah kita berseru" yang diubah menjadi "Pusaka kita sem’wanja, marilah kita mendo’a". Perubahan terakhir pada stanza III, bait I, baris 3: "Mendjaga ibu sedjati" diubah menjadi "Njaga ibu sedjati".

Jika saya mengamati teks yang terdapat pada klip video temuan Roy Suryo, saya bisa menyimpulkan bahwa teks lagu Indonesia Raya temuan Roy di "server Leiden" itu adalah teks hasil perubahan 1944. Jadi, bukan teks asli seperti yang dinyanyikan pada Kongres Pemuda II pada 1928. Kini terserah mana yang dianggap asli, hasil perubahan (1944) atau yang dinyanyikan di Kongres Pemuda II (1928).

Miskin tapi Kaya

Lepas dari persoalan kontroversi, saya bangga dengan munculnya persoalan itu. Sebab, kita semua semakin mengerti isi lengkap dari lagu kebangsaan kita. Kita semakin mengenal bagaimana komponis kita yang hidupnya sangat sederhana dan bahkan miskin, tapi sangat kaya akan jiwa kebangsaan, semangat perjuangan untuk tidak mau dijajah bangsa mana pun. Itu terbukti dari makna setiap stanza yang ada.

Stanza I berisi rasa syukur yang ditujukan kepada tanah air, Nusantara, yaitu rangkaian kepulauan yang merupakan Persatuan Indonesia Raya. Stanza II berisi pemanjatan doa untuk tanah air supaya Indonesia bahagia. Stanza III berisi sumpah sakti dan kebulatan tekad untuk mencapai cita-cita Indonesia Merdeka.

Semoga kita semua bisa memetik kebesaran W.R. Soepratman lewat semua lirik lagunya di ketiga stanza tersebut agar lebih memaknai hari kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus itu.

Nanang Purwono, eksekutif produser JTV (E-mail: Nanang_jtv@tahoo.com)

SORYY, bkn artikel asli bikinanku..ni diambil dari web.

Kamis, 11 Oktober 2007

10 Cara Atasi Tumpukan Bacaan Yang Harus Dibaca

Apakah bahan bacaan Anda begitu banyak sehingga sudah menggunung? Jika begitu, sekarang waktunya untuk mengatasinya. Berikut ini adalah 10 cara untuk melakukannya.

1. Beri tanda highlighter; Jika membaca koran atau majalah, bacalah dengan memakai Highlighter. Bacalah dulu secara sepintas lalu seluruh halamannya dan tandai semua judul yang menarik perhatian Anda. Kemudian kembali dari awal dan baca hanya artikel yang Anda sudah beri tanda.
2. Sobeklah; Jika Anda tidak mempunyai waktu saat ini untuk membaca artikel yang sudah Anda beri tanda, sobeklah halamannya dan tentukan waktu untuk membacanya nanti. Dengan cara ini, Anda tidak perlu lagi mencarinya di seluruh koran atau majalah Anda. Lagipula Anda tidak perlu menyimpan koran atau majalah yang tidak diperlukan lagi.
3. Pakailah Kartu Indeks; Jika membaca buku, gunakan kartu indeks untuk mengingat bagian yang Anda anggap penting. Di dalam kartu itu dicantumkan nomor halaman, bagian di halaman itu (A = Atas, T = Tengah, B = Bawah) dan satu atau dua kata yang membantu Anda untuk mengingat hal yang menarik perhatian Anda. Dengan demikian Anda tidak perlu membuang waktu untuk mencarinya di seluruh bagian buku tersebut.
4. Membaca Cepat; Jika Anda mempunyai begitu banyak informasi yang harus Anda simpan, Anda mungkin harus mengambil kursus Membaca Cepat. Atau anda dapat mencari buku mengenai hal itu, dan melatihnya sendiri.
5. Tentukan Waktu Untuk Membaca; Tentukan tanggal dan waktu untuk membaca. Atau gunakan 15 menit setiap hari untuk membaca, dan catatlah waktu ini di kalender Anda. Ingatlah janji ini, seperti juga janji untuk mengerjakan hal lain. Dengan demikian, membaca akan menjadi bagian dari rutinitas Anda.
6. Hindari Kekacauan; Karena koran berisi kejadian terakhir, koran kemarin berisi berita yang sudah basi. Majalah hanya berlaku 1-2 bulan. Singkirkan koran dan majalah yang lama!
7. Buatlah File 'Untuk Dibaca'; Bualah map khusus atau kerjangjang dengan tanda 'UNTUK DIBACA' untuk menyimpan seluruh bachan bacaan Anda. Akan lebih mduah untuk melihat berapa banyak yang harus Anda baca jika semuanya disimpan di satu tempat, daripada tersebar di seluruh rumah atau kantor Anda.
8. Cobalah Realistis; Jika bahan bacaan Anda sudah terlihat menggunung, mungkin Anda mencoba untuk mengerjakan terlalu banyak. Banyak orang yang terlalu ambisius dalam menentukan berapa banyak waktu yang mereka dapat pakai untuk membaca. Jangan biarkan bahan bacaan Anda melebihi tempat penyimpanannya. Jika begitu, sudah waktunya untuk menyimgkirkan yang tak berguna.
9. Bawalah Bacaan Bersama Anda. Jika Anda merencanakan untuk pergi seharian, bawalah beberapa bahan bacaan Anda. Jadi, jika Anda mempunyai kesempatan, Anda bisa dengan mudah membacanya. Misalnya jika menunggu seseorang di kantor, sedang di kendaraan dalam perjalanan, atau sedang antri di kounter.
10. Sumbangkan; Apakah Anda mempunyai buku atau majalah yang sudah tidak terpakai lagi? Anda dapat menyumbangkannya ke perpustakaan atau menjual ke tokok buku bekas. Perpustakaan setempat juga akan senang mendapat sumbangan majalah bekas.

moga bermanfaat bagi temen-temen yang doyan baca..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H


Segenap pengelola Ruang Baca
Jojoba Kelana mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
Mohon Maaf Lahir dan Batin